Kamis, 03 Mei 2012

Lingkaran Warna dan Tips WPAP

Lingkaran warna 

Gambar Lingkaran Warna
- Warna primer: Kuning, Biru, Merah

- Warna sekunder didapat dari campuran warna primer.

- Warna tertier didapat dari campuran warna primer dan sekunder dalam urutan lingkar warna. (lihat gambar).

- Warna KOMPLEMEN/berlawanan: warna yang berbanding 180 derajat dalam lingkaran warna. 

exp: Kuning dengan ungu, biru dengan orange, Merah dengan hijau, dan juga warna2 lain yang bertolak belakang dalam satu garis 180 derajat.



lingkaran warna tint & shade
- Warna primer: Kuning, Biru, Merah

- Warna sekunder didapat dari campuran warna primer.

- Warna tertier didapat dari campuran warna primer dan sekunder dalam urutan lingkar warna. (lihat gambar).

- Warna KOMPLEMEN/berlawanan: warna yang berbanding 180 derajat dalam lingkaran warna.

Contoh: Kuning dengan ungu, biru dengan orange, Merah dengan hijau, dan juga warna2 lain yang bertolak belakang dalam satu garis 180derajat.

 Dalam gambar di atas warna dalam lingkaran kecil-kecil adalah warna asli, sedangkan gradasi warna dalam lingkaran besar adalah warna asli yang terkontaminasi intensitas cahaya rendah (shade/gelap) dan tinggi (tint/terang).



Dari karakter warnanya, wilayah warna panas dan dingin dibagi seperti gambar di samping.





                                                                                                                                                                           TIPS WPAP:

1. Untuk warna aman, pilih diantara rangkaian warna panas atau dingin secara gradual. Misalnya dari kuning ke hijau, ke ungu, biru, baru ke merah.

2. Hati-hati menggunakan warna-warna komplemen, kecuali untuk aksen/penegasan. Misalnya pertemuan warna merah dan hijau akan terlihat patah dan menyolok mata.

3. Untuk membentuk dimensi, manfaatkan warna tint dan shade, misalnya untuk wilayah terang, meski menggunakan warna berbeda usahakan dengan derajat tint yang sama, sehingga tidak terlihat patah dan lebih terjaga dimensinya. Tint dan shade juga punya pengaruh memberi efek kedalaman jarak. misalnya benda paling belakang terlihat agak redup, dan paling depan terlihat paling terang.

4. Penggunaan warna komplemen sangat efektif untuk memberi aksen dan kesan highlight. Tetapi harus bijak dan tepat penempatannya. Ibarat satu mangkuk mie ayam dengan sebutir cabe merah akan telihat cantik, tetapi satu mangkuk yang dipenuhi cabe merah akan terlihat menyeramkan.

5. Untuk tingkat lebih lanjut, cobalah bereksperimen mengawinkan warna panas dan dingin, dengan analogi simulasi multi pencahayaan. Misalnya cahaya kuning dari kiri dan cahaya biru dari kanan. Penerapan kombinasi warna panas dan dingin secara tepat akan mengesankan gambar menjadi terlihat garang.

6. Untuk tingkat lebih lanjut lagi, abaikan semua tips-tips, di atas... bermainlah dengan INTUISI, pendalaman, dan perasaan.



Selamat berkarya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar